Satu hari sebelum Rabu Abu, yaitu pada Selasa (17/2) pagi, sejumlah umat Paroki Tanjung Priok berkumpul bersama-sama di halaman badminton gereja dalam Ibadat Pembakaran Daun Palma sebagai persiapan menyambut Masa Prapaskah.Â
Daun palma kering yang dibakar merupakan daun yang telah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya. Abu hasil pembakaran tersebut akan dioleskan di dahi umat pada hari Rabu Abu sebagai tanda dimulainya masa pertobatan.

Ibadat Pembakaran Daun Palma dipimpin oleh Pastor Yuni, CM. (Dok. Komsos FX)
Dalam homilinya, Pastor Antonius Yuni Wimarta, CM berpesan bahwa pembakaran daun palma kering ini hendaknya sarana refleksi bagi umat sebelum memasuki Masa Prapaskah.Â
Abu yang akan dioleskan di dahi pada Rabu Abu menjadi simbol pertobatan dan pengingat akan kefanaan manusia. Melalui ibadat ini, umat diajak untuk mempersiapkan diri menjalani 40 hari masa tobat dengan berdoa, berpuasa, dan berpantang.

Umat yang hadir dalam Ibadat Pembakaran Daun Palma. (Dok. Komsos FX)
Semoga, melalui ibadat pembakaran daun palma ini, kita semakin dimantapkan dalam niat pertobatan selama Masa Prapaskah, hingga nanti dapat pula menghayati sengsara dan kebangkitan Kristus.