Perayaan Minggu Palma di Gereja St. Fransiskus Xaverius, Paroki Tanjung Priok, pada hari Minggu (30/3) berlangsung dalam suasana yang meriah. Sejak awal sebelum misa, umat telah beramai-ramai memadati area gereja sambil menggenggam daun palma. Perarakan menjadi pembuka rangkaian Pekan Suci yang merupakan puncak perjalanan imam dalam tradisi Katolik.

Umat Paroki Tanjung Priok pada Perarakan Palma. (Dok. Komsos FX)
Daun palma yang melambai-lambai tinggi di antara para umat adalah pengenangan akan peristiwa masuknya Yesus Kristus ke kota Yerusalem, dalam sorak-sorai pujian. Namun, sukacita itu justru menjadi pembuka rangkaian kisah penderitaan yang akan segera dialami-Nya.

Pemberkatan daun palma oleh Pastor Yuni, CM. (Dok. Komsos FX)
Pastor Yuni, CM, dalam homilinya mengingatkan bahwa sosok yang dielu-elukan pada hari itu adalah pribadi yang sama, yang dalam waktu singkat akan mengalami penolakan, penghinaan, sampai wafat di kayu salib.Â
Dengan demikian, perayaan Minggu Palma menjadi undangan bagi umat beriman untuk tetap setia dalam penderitaan dan tidak menghindari salib kehidupan, hingga akhirnya merayakan kemenangan hidup atas maut.