Logo Gereja

Paroki Tanjung Priok Gereja St. Fransiskus Xaverius

Evangelizare Pauperibus Misit Me

Kamis Putih: Kasih yang Mengalir dalam Kerendahan Hati

Kamis Putih: Kasih yang Mengalir dalam Kerendahan Hati

Kamis Putih merupakan awal dari rangkaian Tri Hari Suci, mengajak umat beriman untuk mengenangkan perjamuan terakhir Yesus bersama para murid-Nya. Pada peristiwa ini, Yesus menetapkan Ekaristi sebagai tanda abadi kehadiran-Nya sekaligus memberikan teladan kasih nyata melalui pembasuhan kaki para murid. Tindakan ini menggambarkan kerendahan hati dan pelayanan yang tanpa syarat, bentuk kasih yang tidak menuntut balas.


Perjamuan Terakhir menjadi momen penuh makna, yakni saat roti dan anggur bertransubstansi: roti dan anggur adalah sungguh Tubuh dan Darah Kristus. Melalui Ekaristi, umat diajak untuk terus bersatu dengan Kristus dan mengambil bagian dalam sengsara dan wafat-Nya. Hal ini  juga menjadi undangan bagi kita untuk hidup dalam kasih yang rela memberi diri bagi sesama.


Lebih dari itu, pembasuhan kaki para murid menunjukkan bahwa menjadi pengikut Kristus berarti siap melayani sesama dengan penuh ketulusan hati, bahkan dalam hal yang sederhana dan jauh dari spotlight. Yesus, yang adalah Guru dan Tuhan, justru merendahkan diri-Nya. Ia sendiri mengajarkan bahwa kebesaran sejati tidak terletak pada kekuasaan, tetapi pada kerelaan untuk mengasihi dan melayani.


Dengan demikian, Kamis Putih adalah saat untuk merenungkan kembali makna kasih dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kasih dan pelayanan yang kita hidupi sudah mencerminkan kerendahan hati dan pengorbanan? Ataukah kita masih dipenuhi dengan egoisme dan iri hati?

Iman
Footer at Bottom