Rabu
Pengkhianatan merupakan bagian dari Pekan Suci yang mengingatkan umat akan
peristiwa ketika Yudas Iskariot bersepakat untuk menyerahkan Tuhan
kita, Yesus Kristus, dengan imbalan tiga puluh keping
perak. Peristiwa ini menjadi awal dari sengsara Kristus sekaligus
menggambarkan kelemahan manusia yang dapat jatuh dalam ketidaksetiaan, bahkan
ketika berada dekat dengan Tuhan.
Melalui
Rabu Pengkhianatan, umat diajak untuk merefleksikan diri: apakah kita sungguh
setia kepada Kristus, atau justru sering menjauh melalui sikap dan tindakan
kita. Hari ini menjadi momen yang tepat untuk bertobat dan kembali kepada kasih
Tuhan.
Dengan
demikian, umat dipersiapkan untuk memasuki Tri Hari Suci dengan hati yang lebih
terbuka, setia, dan penuh iman.
Pertanyaan
Refleksi
Apakah kita tetap setia kepada Tuhan dalam segala situasi?
Ataukah kita terkadang “mengkhianati” kasih-Nya melalui dosa, sikap egois, atau pilihan hidup yang menjauh dari-Nya?