Paroki Tanjung Priok Gereja St. Fransiskus Xaverius dengan penuh khidmat melaksanakan Ibadat Jumat Agung, mengenangkan sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Suasana hening dan penuh permenungan menyelimuti seluruh rangkaian ibadat, mengajak umat untuk masuk dalam misteri kasih Allah yang begitu besar bagi keselamatan manusia.


Dalam ibadat ini, umat diajak untuk merenungkan kisah sengsara Tuhan melalui Liturgi Sabda, khususnya pembacaan Kisah Sengsara Tuhan (Pasio). Pembacaan ini menjadi inti permenungan, membawa umat mengikuti perjalanan penderitaan Kristus, mulai dari pengkhianatan, penyaliban, hingga wafat-Nya di kayu salib.
Homili yang disampaikan mengajak umat untuk semakin
menyadari makna pengorbanan Kristus sebagai wujud kasih yang total dan tanpa
batas. Salib bukan lagi tanda kehinaan, melainkan tanda kemenangan kasih yang
mengalahkan dosa dan maut.
Salah satu bagian yang penuh makna dalam Ibadat Jumat Agung
adalah upacara penghormatan salib. Umat secara bergantian maju untuk memberikan
penghormatan sebagai ungkapan iman dan syukur atas pengorbanan Yesus Kristus.
Momen ini menjadi saat yang mendalam, di mana setiap pribadi diajak untuk
merefleksikan hubungan pribadinya dengan Tuhan melalui salib-Nya.

Ibadat dilanjutkan dengan doa umat meriah yang mencakup
seluruh Gereja dan dunia, serta pembagian Komuni Kudus sebagai santapan rohani
bagi umat yang hadir.
Melalui perayaan Jumat Agung ini, umat diingatkan untuk
tidak hanya mengenang penderitaan Kristus, tetapi juga menghidupi semangat
pengorbanan, pengampunan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga permenungan Jumat Agung ini semakin meneguhkan iman
umat Paroki Tanjung Priok untuk setia berjalan bersama Kristus, dari salib
menuju kebangkitan.